BENDERANG NAN JAUH

June, 14 2016
Telah dibentuk dan diciptakan oleh Ia sang penguasa jagad raya
Indah, tapi sulit dijangkau dan diterka
Dikala mata hanya sampai pada gambar semata
Ada rasa yang tidak bisa di reda oleh manusia
Puas hanya cerita dalam surga
Yang tidak akan pernah dimiliki oleh manusia
Sayang, sayang ternyata…
Kalau bintang pun tidak kutemukan di Firdaus sana
Bahagia dan tertawa hanya perasaan sementara
Sulit dipertahankan oleh siapa saja
Karena bintang tak kunjung tiba
Om swastiastu, apa kabar kau disana? 
Malam adalah sempurna disaat kau ada
Berkelap-kelip membuatku terpana
Namun, apakah kau bahagia hanya menerangi manusia? 
Perlu kau tahu, kekaguman manusia hanya sebatas kata tanpa menjaga
Aku anggap kau ada, walau tak selalu berpendar mesra
Aku anggap kau bagian hidupku, walau kau berjuta-juta mil dari dunia
Aku anggap kau cahaya surga pelepas dahaga, walau kau hanya satu dari milyaran yang sama
Aku akan selalu menganggap kau nyata, walau astronomis berkata kau fana
Kita memang memiliki sesuatu yang sama
Sama-sama diciptakan sang pencipta semesta
Perbedaan, namun terbuka 
Ketika kau lebih bercahaya tanpa usaha apa-apa
Ketika aku hanya bisa menghafal rumus cahaya saja
Ah…tak perlulah dibandingkan, kau berkata
Kita pasti mempunyai peran yang berbeda
Tapi aku ingin disana
Duduk disampingmu sambil menerangi dunia yang katanya hampa dan belaka
The star but not the star. 
Padang, Indonesia
In Initia Iqbal
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s