HAVE YOU REGRETTED ABOUT YOUR CHOICE THAT YOU DID TAKE?

19th of August 2015

 

Sudah sangat lama tidak menulis.

Bukan karena aku sangat malas, namun ketika aku memposting tulisan gagalku rasanya sedikit tidak berguna (atau banyak?).

Terlalu banyak yang mau ditulis, namun dengan bertele-tele pada bagian awal aku ingin membahas pilihan.

Aku yakin untuk saat ini saja kau pasti memilih apakah akan melanjutkan membaca blogku atau tidak, benar bukan? Sederhananya, memilih, dipilih dan berhadapan dengan pilihan adalah kegiatan sehari-hari yang kita pertimbangkan.

Aku bertanya-tanya apakah dalam memilih kita sudah ditakdirkan oleh tuhan untuk memilih itu?

Walaupun kita punya akal dan nurani?

Kenapa aku mempertanyakan hal ini? Karena pada akhirnya ketika kita salah pilih kita pasti akan menjawab takdir dan takdir dan suratan takdir. Sejujurnya, aku merupakan tipe orang yang strike to the point, ketika memilih aku akan cepat memilih yang menurut akal sehatku benar. Namun, ketika pilihan ku salah bagaimana? Dengan pribadiku yang plegmatis dan level-headed,  aku selalu saja berpikir Allah punya jalan yang lebih menarik untuk kujalani. Tapi hal ini menurutku tidak boleh terlalu dibuat semudah dan seenteng itu. Jikalau kita salah pilih, ya pasti karena kita tidak menunggu dengan sabar, memikirkan dengan matang dan melihat dengan teliti yang akan kita pilih tersebut.

Contohya dalam memilih pasangan. As long as I am concerned, orang –orang yang telah salah dalam memilih pasangan karena terburu-buru dan dengan mudahnya menganggap bahwa pasangan mereka itu jauh dari cacat karakter. Outer handsome, charisma, money, car, etc selalu saja menutup kejelekan sifat yang notebene krusial dalam menjalani hubungan. Nah, ketika seseorang salah dalam memilih pasangan naifkah dia? Pasti tidak. Dia sudah sangat tahu sebagai manusia yang rata-rata memiliki IQ diatas 80 dengan konsekuensinya. Entahlah. Sebagai seorang wanita, aku tetap menyalahkan si wanita, bukan pria. Pria dengan angkuh dan ambisiusnya tentu akan berubah mejadi pangeran ala novel remaja yang cerdas, tampan, kaya, baik dan pengertian. Sedangkan wanita dengan tololnya tertipu dalam pesona kebohongan itu. Perempuan selalu saja terkasihani. Kenapa? Karena tidak berpikir panjang. Menderita karena kebohongan dan keegoisan suami ataupun sang pacar.

Mungkin kau yang masih membaca blog ini mengira aku baru saja patah hati dan sebagainya. But nope, mate. Aku cukup bangga(atau malu?) berkata aku bahkan sekalipun belum pernah menjalani hubungan dengan status pacaran bersama lelaki manapun didunia ini, walaupun aku normal.

Hal tersebut karena point salah pilih tersebut dan ketakutan pada lelaki yang hanya punya hobby bermain-main dengan barbie hidup.

Dan satu hal juga, standarku dalam memilih lelaki sedikit aneh. Aku tidak mencari good-lookingseperti Adam Levine dan kaya seperti selebriti. Tidak (mana mungkin). Tetapi lelaki yang dengan tutur dan jiwa yang baik, dan cara pandangnya terhadap manusia dan dunia yang cerdas. Masalahnya hanya satu : sulit ditemukan.

Hingga..suatu hari di minggu pagi, aku menemukannya J

Berita buruknya, aku tidak mengungkapkan atau mendekatinya.

Aku hanya mengaguminya hingga saat ini. Aku ingin dia tahu bahwa saat ini, dia bisa mengalahkan Shakespeare atau Kahlil Gibran dan Pramoedya bagiku.

Back to the choice ( I am very sorry for my short story again), secara harfiah, kita memang harus menghadapi pilihan-pilihan yang telah kita putuskan. Menghadapi dengan jiwa yang besar atau kebodohan yang besar adalah suatu kebijakan dan pilihan lagi. Tetapi, alangkah sialnya, bagi wanita ataupun pria ketika kau menutup nuranimu dalam memilih pasangan atapun pekerjaan. Jangan sampai kau terjatuh pada kenikmatan semu, karena pada akhirnya jiwa dan pikiranlah yang tidak akan pernah mati.

Suatu siang di kota Padang, 10 : 57

Selamat beraktivitas

In Initia Iqbal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s