RESENSI BUKU : TIME OF YOUR LIFE

“Setiap  bunga akan mekar ketika saatnya tiba: forsythia, kamelia, dan bunga-bunga lain. Bebungaan itu tahu kapan mekar; tidak seperti kebanyakan dari kita yang selalu ingin mendahului yang lain. Apakah kamu merasa tertinggal dari teman-temanmu? Apakah kamu merasa telah menyia-siakan waktu sementara temanmu mulai melangkah menuju kesuksesan? Jika kamu berpikir demikian, ingatlah bahwa kamu mempunyai waktu mekarmu sendiri, begitu juga dengan teman-temanmu. Musimmu belum datang. Namun, ia pasti ia akan datang ketika kuncupmu terbuka. Mungkin kuncup itu mekar lebih lama dari yang lain, tetapi ketika sampai pada waktunya, kamu akan mekar dengan begitu indah dan menawan seperti bebungaan lain.”

Rando Kim.

time of ur life.jpg

sumber : Goodreads.com

Pada kesempatan kali ini saya akan meresensi sebuah buku self-help yang berjudul Time of Your life yang ditulis oleh Rando Kim, seorang profesor  dari Seoul National University. Menurut saya buku ini sangat menyentuh secara heart to heart dan membuat saya merasa lebih bersyukur dan tidak berlarut dalam kelemahan atau ketidakpastian. Buku ini ditulis sang guru besar dalam rangka ulang tahun anaknya yang ke-20 tahun. Sangat manis.

Melalui buku ini, Rando Kim menuliskan pendapatnya tentang kegelisahan pemuda-pemudi yang berumur 20s di Korea Selatan yang selalu diliputi rasa cemas, takut, iri, beban akan tanggungjawab, tekanan baik sosial maupun keluarga dan rasa frustrasi yang memerosotkan keberanian. Kenapa di usia pertengahan 20-an manusia kerap merasakan putus asa? Menurut Rando Kim, alasannya manusia akan memasuki gerbang kedewasaan sempurna. Meskipun umur tidak pasti menentukan tingkat kedewasaan emosi seseorang, namun di periode itulah insan menjadi produktif dan aktif meraih mimpi yang sebenarnya.

Seperti layaknya buku-buku self-help lainnya, Rando Kim mendorong pembacanya untuk tidak tenggelam dalam stres dan ketakutan yang berlarut hanya karena kita belum sukses seperti teman-teman kita. Kita masih muda, lakukan kesalahan dan belajarlah. Belajarlah untuk selalu mencintai dirimu apa adanya. Terimalah dirimu karena disanalah kebahagiaan hakiki menyebar. Jangan takut untuk menginvestasikan waktumu untuk masa depanmu. Rando Kim menganalogikan hidup kita ke dalam sebuah jam. Jikalau life expectancymanusia rata-rata 80 tahun, berarti seseorang yang berumur 24 tahun masih berada di jam 07:12 pagi. Dan waktu saya masih pukul 07.12 pagi. Setiap manusia mendapatkan 18 menit per tahunnya. Maka, untuk kau yang berada di usia 20-an, kau mendiami pagimu. Malammu masih panjang, insya Allah.

Jujur saja, saya termasuk orang yang rentan frustasi dan stres ketika apa yang saya usahakan selama ini tidak berjalan dengan rencana. Ya, tentu saja, sepertinya setiap manusia juga begitu. Saya merasa waktu saya terbuang dan telah memilih keputusan yang besar namun tolol disaat yang sama. Tetapi, berulang kali saya coba yakinkan bahwa saya mempunya niat baik dan usaha total, maka semesta akan berkonspirasi mendukung dan membuat nyata. Buku ini juga menolong saya secara tidak langsung untuk percaya diri kembali bahwa saya masih punya kesempatan untuk bisa mekar. Saya belum apa-apa. Profesor Rando Kim saja mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai dosen di umur 35 tahun yang awalnya sempat ditolak untuk mengajar di universitas almamater-nya sesudah mendapatkan gelat Phd dari sebuah universitas bergengsi di California, Amerika Serikat. Dengan frustasinya, sang guru besar ingin bunuh diri sendiri karena kompetitifnya persaingan pekerjaan di Korea. Namun, tidak selang beberapa waktu beliau mendapatkan pekerjaan sebagai seorang dosen ilmu konsumen di universitas paling top seantero Korea Selatan, Seoul National University.

Mantan presiden Korea Selatan Kim-Dae Joong saja diberikan secara hormat penghargaan noble pada umur 76 tahun setelah melewati sumpeknya penjara. Ada lagi Leonardo Di Caprio baru memenangkan Oscar setelah bertahun-tahun menjadi nominasi. What a life. 

All in all, Rando Kim secara profesional dan personal mengidentifikasikan masalah-masalah serta membangkitkan semangat dan passion yang terkubur pada setiap anak muda.Investasikan waktumu untuk masa depanmu, bukan uang. Alasannya? Karena kebahagiaan hakiki tidak terletak pada tingkat  konsumerisme pada suatu produk, melainkan pada pekerjaan kita di masa depan kelak. Manusia akan merasa utuh disaat ia bisa dihargai untuk hasil kerja dan usahanya sendiri. Therefore, jangan pernah uang menjadi patokan dalam berkarya!

Pagi mendekati  siang 8.37 am

In Initia Iqbal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s