SOMBONG; SIFAT YANG DINILAI MELALUI HITUNGAN JAM

Understand me. I have different life, perspective, passion, interest and character. I have no time with the ones that do not have soul.

“dia sombong banget sekarang, diajakin jalan gak mau”

“ih segitu doang udah sombong”

“kok gak ada kabar sih dia? Kemana ya? Gak ditelan bumi kan? Sombong amat ya?!”

Kalimat-kalimat ‘manis’  tersebut adalah ucapan yang lumrah terdengar dari rekan maupun sahabat. Manusia acap kali menilai seseorang secara prematur, tidak berpijak pada kenyataan benar atau salah. Namanya juga penilaian, ya dasarnya suka-suka dong. Jujur, di umur saya yang sudah tidak remaja ini, saya telah dan sedang belajar banyak hal agar bisa menjadi individu yang lebih unggul dari saya yang dulu. Saya perlahan menghilangkan kebiasaan negatif yang tadinya tidak disadari. Salah satunya, sel-sel otak saya (dulunya sempit) menjadi luas memikirkan segala hal dari beragam sudut pandang, tidak hanya dari sisi sebagai perempuan, muslim atau pengajar saja. Singkatnya saya lebih humanis.

Makanya, saya sering sebal mendengar komentar-komentar miring bahkan kebencian yang tidak berpijak pada logika. Negative thinker is not match with me, I am sorry then. Kenapa saya menulis artikel/topik ini di blog saya? Karena saya merupakan orang yang dicap sombong tersebut. Beberapa teman-teman lama berkata saya sombong. Sombong. What the..?! 

Menurut saya yang masih amatiran dalam menulis artikel ini, sombong dan introvert jelas berbeda. Sombong adalah sikap dan sifat yang meremehkan kemampuan seseorang alias menganggap dirinya lebih hebat, cantik, pintar, kaya, nomor satu, padahal dia tidak membuka tempurungnya. Dia hanya disana, tidak kemana-mana. Oh Come on, there are billions of people out there who are greater than you. Nothing should be proud of (in negative way). Sementara, introvert merupakan kepribadian yang tidak terlalu menyukai keramaian serta aktivitas sosial yang berlebihan. Aneh memang, tapi begitulah saya dan mereka. Kami butuh waktu kontemplasi lebih dari manusia normal lainnya. Kami tidak suka ngumpul sana sini tanpa arti, tapi bukan berarti kami tidak mempunyai teman atau tidak mengikuti organisasi. Introvert hanya butuh baca buku, jalan-jalan, berpikir, menulis, melukis, browsing, belajar, menuangkan ide-ide gila sendiri demi mengisi ulang energinya. Di sisi lain, mereka juga mempunyai aktivitas normal layaknya extrovert seperti nonton konser, hang out, dating, ke bioskop, jalan-jalan dan lainnya.

Hanya saja mereka cukup selektif dalam pertemanan. Bukan memilih ya. Hal tersebut disebabkan oleh ketidaksinkronan topik pembicaraan saja. Si introvert tidak suka membicarakan kehidupan pribadi orang lain. They love having a light or deep conversation regarding philosophy, life, ideas, discovery, humour, religion, economics, science and social life. And many more. Makanya, jikalau kau menemukan temanmu seperti ini, pahami mereka karena mereka telah memahami dirimu terlebih dahulu, yakinlah. Introvert tergolong manusia yang open-minded.  Mereka menghargai perbedaan dan keunikan dan tidak suka memamerkan atau menonjolkan dirinya sendiri. Introvert sangat sangat menghargai kerjasama dan kemanusiaan. Yah, terkadang saya cukup muak kenapa saya begini. Terlalu sering mikir dan tidak suka main di malam minggu layaknya teman-teman saya. Sukanya baca buku, ngumpul sama keluarga atau teman-teman diskusi di kedai kopi, jadi volunteer, nulis blog, nonton DVD sama adek dan masak sama ibunda -_- (terdengar membosankan?)

Oleh karena itu, cukup menyimpan kata sombong dipikiranmu, cari tahu atau tanyakan secara personal kepada orang bersangkutan secara perlahan. Jangan membabi buta bak polisi  ya. Dengan begitu, kau belajar menghargai sekaligus memahami orang lain. Setiap orang kan berbeda, perlakukanlah mereka dengan berbeda pula, sesuai dengan karakternya. Contoh: ketika bergabung dengan teman-teman extrovert, saya akan beradaptasi dan mencoba aktif berbicara. Kesimpulannya, cobalah pahami perubahan, keanehan atau keunikan orang lain, karena tidak ada manusia yang persis sama di planet ini.

INTROVERT-WRITE-BETTER-THAN-I-SPEAK.jpg

Salam intovert yang fleksibel,

T.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s