FASE

Irama dalam kediaman, pikiran dalam kesunyian

Menjadi rintik-rintik sementara

Jemari tak muak, damai tak pelak

Namun sanubari teriak

 

Sekabut langit di awal tahun

Kau abu tak tertandingi

Meski begitu, aku menyenangi

Kepada kabut aku akan menemani

 

Jiwa perlu jiwa yang lain

Hati perlu hati yang lain

Supaya terpaut

Supaya tubuh tak kusut

 

Diam adalah alasan klise

Karena suara sering lumpuh

Untuk hal penuh tabu

Bagi yang tak mampu

 

siapa kita

mencoba menerka akan rasa

bahagiamu, bahagiaku

aku janji sepenuh hati, mohon ingatkan bila keliru

 

24 tahun aku menunggu

Bagaimana rupamu

Apa maumu, dimana dirimu

aku disini, di puncak lelahku

 

-sore hari yang kelabu, Minggu 14 Januari disela deadline swedish scholarship.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s