Sudah Nonton La La Land?

Di sabtu sore, 14 Januari,  saya sudah menonton film yang telah dibanjiri penghargaan pada  Golden Globe Awards yang ke-74 kemarin. Akhirnya kerinduan pecinta film dengan genre musikal dan broadway ala 70’s yang berkualitas, tetapi tetap berkaitan dengan kehidupan modern, pecah sudah. Film ini saya beri 4,5 dari 5 bintang karena dari segi efek, cerita, pemain, plot, backsounds, soundtracks, latar, pemilihan kostum, dan suasananya pas sekali. Lebih dua jam saya duduk di kursi bioskop jadi tidak terasa karena disajikan visual dan audio yang memukau. Ternyata, pembuatan film ini memang menyita waktu yang lama serta hasil kerja keras sang sutradara, Damien Chazelle.

Berdasarkan sumber yang saya baca dari Quora, film  ini dikerjakan selama 6 tahun yang mana musik dan instrumennya asli semua, diaransemen oleh Justin Hurwitz dan diproduseri oleh Jordan Horowitz di Q&A. Damien mulai membuat skenario dari tahun 2010. Setelah jadi, film ini sempat ditolak beberapa produser karena mereka lebih menginginkan Sebastian (peran utama) menjadi rockstar ketimbang jazz pianist. Dan Damien tidak setuju, ia memutuskan untuk mencari produser yang lain (Jordan Horowitz). Damien juga lulusan Harvard di jurusan filmmaking (pantas saja) yang merupakan seorang drummer. Passion memang tidak akan salah. The good thing takes time, indeed.

Menonton film ini mengajarkan saya bahwa :

  1. Memilih passion dan bekerja keras untuk menjadi bintang besar.
  2. Musik dan tarian bisa membuat hari-harimu lebih cerah dan bahagia, sebesar apapun masalahmu (Musik pembuka-Another day of sun)
  3. Mia dan Seb tidak bertemu pada situasi yang indah, justru sebaliknya. Love is not always at the first sight.
  4. Manusia harus membayar untuk mewujudkan mimpinya, entah materi ataupun non materi.
  5. Kencan yang sempurna tidak selalu di restauran mewah seperti candle light dinner, cukup percakapan lucu dibawah langit penuh bintang.
  6. Faktanya, seseorang harus menyerah untuk maju. Seb bergabung dengan band sebelum membuka Klub pribadi. Musisi juga harus membayar pajak dan rekening L
  7. Terakhir dan terpahit, tidak semua cerita cinta berakhir indah.

Terakhir saya tutup dengan kutipan Mia:

Here’s to the ones who dream

Foolish, as they may seem

Here’s to the hearts that ache

Here’s to the mess we make…

-Mia (La La Land/2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s