PERIODE 20

6cc116b4351d57c4fb48b440d940d999

Yap, anda benar. Usia saya sekarang berada pada pertengahan 20-an, lebih tepatnya 24 tahun. Usia yang paling menyebalkan selama saya hidup. Saya berada pada titik-titik abstrak, gelisah, khawatir berlebihan dan penuh tanda tanya. Frustasi karena rencana Tuhan tidak beriringan dengan rencana egois saya. khawatir dengan usia yang bertambah, namun masih ‘parkir’ di tempat yang sama. Merasa bodoh dan inferior dengan diri sendiri. Sering bengong lalu memikirkan “apa yang telah saya lakukan?”. Penyebab dari pemikiran-pemikiran negatif nan childish tersebut adalah ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Ketika saya berusia 17 tahun, saya punya banyak sekali mimpi. Ingin masuk Psikologi UI, jadi Duta Besar untuk Amerika-lah, jadi penulis, jalan-jalan ke Liverpool di umur 23, dan seterusnya, dan seterusnya.

Namun, memang hidup tidak seajaib Disneyland dan tidak pula seseram novel horror. Semua rencana aneh yang saya buat, sudah hilang fungsi. Pertama, tidak lulus ujian seleksi masuk UI. Kedua, tidak kuliah di bidang yang saya suka. Ketiga, masuk perguruan tinggi yang sama sekali diluar imajinasi saya sewaktu sekolah. Keempat, karena saya tidak menabung dan tidak kaya raya, mana bisa terbang ke Liverpool diumur 23 tahun.

Tidak berhenti disana, ternyata yang namanya hidup itu genit sekali ‘menggoda’. Saya telah gagal dalam seleksi beasiswa (masih) dua kali. Padahal, saya sudah mempersiapkan sebaik yang saya bisa. Saya latihan habis-habisan untuk English Proficiency, membaca banyak jurnal, membuat list wawancara dan jawabannya sampe 25 lembar (impulsif sekali, memang), latihan wawancara sama teman-teman, ngomong sendiri di depan kaca kamar mandi dengan bahasa Inggris, saking seriusnya sering ditanya oleh Kak Mar (asisten rumah tangga) “ngapain Tia? Ngomong sama siapa? Takut kakak, kirain Tia kenapa” . Saya juga intens bolak-balik ke kampus minta rekomendasi, sampai dosen saya sudah tahu jika saya mau minta surat rekomendasi, tanpa harus saya bilang. Oh well..

Seringkali saya berpikir kenapa saya tidak jadi orang yang punya keinginan biasa-biasa saja? Kenapa saya harus punya mimpi belajar di Amerika atau Eropa? Kenapa saya tidak suka pekerjaan monoton berhadapan dengan mesin atau angka-angka seperti Bankir? Kenapa saya harus tertarik dengan sosial dan pendidikan? kenapa saya punya keinginan buat bisa meneliti dan membantu orang banyak? kenapa tidak punya cita-cita standar kuliah-kerja-nikah-punya anak-menikmati hidup-mati saja? Kalau begitu terima saja, hidup seperti serigala memang terkesan gagah. Mereka tidak seperti kambing yang mengembik dan domba yang melompat. Namun, kehidupan serigala juga tidak mulus. Dia sering kedinginan di puncaknya sendiri. Frustasi dan stres adalah kehidupannya. Positifnya, hampir setiap hewan menaruh hormat terhadapnya.

Akhirnya setelah dua tahun berjuang dengan sangat ambisius, saya harus mengakui bahwa saya butuh belajar banyak. Periode 20s adalah waktu sakral pada kehidupan seseorang. Pada periode ini, manusia belajar mengargai kegagalan, kekecewaan, kecemasan, patah hati dan ikhlas. Manusia dalam tahap dewasa harus mengakui bahwa rumus : kerja keras + bakat garansi kesuksesan. Periode 20s adalah masa sempurna dan produktif untuk gagal dan merasakan kehidupan dewasa yang sebenarnya. Pada usia ini, saya perlu belajar bagaimana berkomunikasi secara profesional, mengontrol emosi dan ambisi, menuangkan ide dalam aksi, mengelola keuangan, mengeksplor dunia, berinvestasi secara materil dan non-materil, dan yang paling penting mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Iman saya juga masih belum canggih, jadi harus diperbaiki. Selanjutnya, saya juga harus mengelola nutrisi saya, karena sudah pasti tidak ada manusia yang punya mimpi menjadi gendut dan sakit-sakit diumur 40 tahun. Saya juga harus menjaga olahraga reguler 3 kali dalam seminggu. Hampir lupa, saya juga harus mulai serius dengan mencari partner hidup (ehm). Saya juga tidak ingin terjebak dalam dunia sendiri yang hanya fokus merealisasikan mimpi sampai tua.

Ada yang bilang, bukankah berjuang dalam hidup lebih menyenangkan jika punya partner yang memiliki visi, misi dan rencana hidup yang sama denganmu? Yang bisa menjadi teman diskusi mulai dari ide, agama, politik, budaya, cinta, buku kesukaan, film, musik dan makanan. Heck, it seems that I  am looking  for a husband now?!

Padang, March 7th 2017

your 20s companion,

T.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s