PREMIS YANG SALAH

Perhatian : Maaf, akan ada kata-kata yang terkesan sok tahu, padahal saya belum pernah menjalin hubungan serius dengan lelaki manapun. Being single is absolutely fun for me, but not for so long time. Hello love, wherever you are.. let’s meet up soon!

4cd1caec244c61c293680bb25b05817d.jpg

Sumber gambar : pinterest.com

Topik tulisan random kali ini adalah sesuatu yang paling ‘basi’ dan klise, tapi juga paling digemari dan laris di kalangan tua maupun muda, yakni cinta.  Akhir-akhir ini, aku sering memikirkan pernikahan, tapi bukan berarti ingin segera menikah atau kebelet nikah. Tidak. Ini hanya disebabkan oleh sejumlah teman-temanku yang sangat ingin menikah muda ataupun telah menikah.

Aku punya pertanyaan :

“Atas dasar apa kamu ingin menikah dengan seseorang?”

Apakah beradasarkan cinta, agama, karakter, keindahan fisik, uang atau kekuasaan?

Bisa jadi alasannya kombinasi dari semuanya. Bisa jadi tidak. Biasanya, pernikahan identik dengan dua jiwa dipertemukan menjadi satu. Penyebab dominannya adalah cinta.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian cinta adalah suka sekali ; sayang benar. Cinta bisa jadi adiksi yang naif dan bodoh, jika yang dipermasalahkan hanya rasa dan perasaan. Dari sini aku berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang tidak nyata dan abstrak. Tidak terlihat.

Disana masalah terbesarnya.

Bertahun-tahun aku berpikir bahwa cinta harus mempunyai chemistry, dalam Bahasa Indonesia adalah atraksi yang kuat dan sama, serta perasaaan yang tidak terdefinisikan. Bukankah itu yang selalu dijual oleh penyair-penyair pada kertas dan penanya? Yang disuguhkan oleh sutradara drama romantis pada audio visualnya?

Dulu, aku juga berasumsi hubungan serius itu butuh “jatuh cinta” dulu. Sedangkan manusia umumnya hanya membutuhkan 4 menit 90 detik untuk jatuh cinta. Riset menunjukkan jatuh cinta itu 55% didasari oleh bahasa tubuh, 38% suara dan intonasi dan hanya 7% dilandasi oleh konten yang mereka katakan.

Namun, aku salah besar. Cinta tidak sesederhana yang manusia pikirkan, rasakan dan tuliskan pada ratusan kertas dan buku. Cinta adalah aksi; sesuatu yang harus dilakukan dan korbankan. Setelah diamati, pernikahan  beradasarkan cinta saja cenderung gagal, karena sifat cinta yang tidak selalu sempurna. Cinta itu melibatkan emosi dan sejumlah hormon, akan selalu ada tinggi dan rendahnya. Cepat atau lambat rasa cinta itu akan terkikis oleh kebiasaan yang tidak selaras, sebaliknya pasti akan lebih berkembang dan melekat jika mutualisme yang ditunjukkan menguat pula.

Sekarang, coba beralih kepada cinta yang dilandasi aksi dan pengorbanan. Cinta dari orangtua, saudara, sepupu dan sahabat. Mereka tidak pernah atau jarang sekali berkata :

“ sepertinya aku menyukaimu” atau “aku menyayangimu”

Adalah mutualisme tadi, persahabatan, pengertian dan bantuan disaat titik terendah kita, dan mereka yang senang dikala kita meraih titik kulminasi dalam hidup. Dukungan berkelanjutan, tidak sebatas  aksara dan kata belaka.

Pada akhirnya, cinta itu memang harus memiliki. Sifatnya egois, membutuhkan tindakan untuk bertahan. Perasaan dan kata-kata terasa pengecut dan tidak ada apa-apanya dibandingkan tangan yang senantiasa terbuka membantu dan pundak guna menopang semua keluh.

Tunggu dulu, tidak semua hubungan berpondasi cinta akan hancur. Menurut observasi saya, potensi kegagalan akan hilang apabila cinta betemu dengan faktor-faktor sudah pasti kamu kenal. Seperti ketulusan, pengertian, dukungan, keiklasan, kepercayaan dan komitmen.

 

PS: siapa pun dirimu yang telah mengunjungi ruang kata-kataku, apalagi membacanya, aku ucapkan terimakasih. Aku menulis untukmu, dan diriku terutama.

 

In Initia Iqbal

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s